Menu

Perayaan Rahina Tumpek Krulut sebagai hari "Tresna Asih" Dresta Bali

  • Sabtu, 23 Juli 2022
  • 20445x Dilihat

Sabtu(23/7/22) saniscara, kliwon, wuku krulut. 

Sebagai implementasi dari Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2022 tentang Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi Bali Era Baru dan Instruksi Gubernur Bali Nomor 08 Tahun 2022, hari ini Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan perayaan Tumpek Krulut dengan upacara Jana Kerthi bertempat di Pura Jagatnatha, Pkl. 09.00 wita s/d selesai. 

Tumpek Krulut adalah tumpek keempat dari enam tumpek dalam siklus kalender Bali yang merupakan hari suci untuk memuliakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi sebagai Dewa Iswara/Kawiswara. Krulut berasal dari kata "Lulut" yang berarti tresna asih/cinta kasih, senang, gembira. Seperti halnya suara tetabuhan gamelan yang mengalun dan dapat menyebabkan orang lain merasa senang/gembira, hari tumpek krulut ini dapat juga dimaknai sebagai hari untuk menumbuhkan rasa cinta kasih terhadap sesama manusia. Pada perayaan Tumpek Krulut ini dilaksanakan upacara penyucian (otonan) Sarwa Tetangguran (gamelan/alat musik), pagelaran tari Legong Kuntul, tari Barong Landung, dll. 

Dinas kominfo dan statistik dalam kesempatan ini turut "ngaturang ayah" dengan mendukung peralatan sound system dan juga turut hadir melaksanakan persembahyangan yang diwakili oleh Bapak Kepala Dinas dan JF Analis SDM Aparatur.